SAMARINDA — Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur dipastikan bakal terasa berbeda tahun ini. Mengambil momentum sejarah tersebut, PWI Kaltim Biliar Club bersiap menggelar Turnamen Biliar 9 Ball Piala Ketua PWI Kaltim yang dijadwalkan berlangsung di Ra De’Ale Biliar, Jalan Bhayangkara, Samarinda Ulu, pada 28–29 Agustus 2026.
Ajang ini dirancang bukan sekadar ajang adu ketangkasan membidik bola di meja hijau. PWI Kaltim memproyeksikan kompetisi ini sebagai ruang santai untuk mempererat silaturahmi antara insan pers dan beragam mitra strategis, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, hingga sektor korporasi.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan sarana bagi para jurnalis untuk mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan yang bernilai positif sekaligus memperkuat tali persaudaraan.
“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI kami ingin isi dengan kegiatan yang positif dan membangun kebersamaan. Turnamen ini menjadi ruang silaturahmi antara wartawan dengan sesama anggota PWI maupun mitra yang selama ini berinteraksi dengan insan pers,” kata Rahman, sapaan akrabnya.
Rahman menambahkan bahwa sinergi antara PWI dan para mitra tidak harus melulu dibangun lewat forum formal atau liputan jurnalistik belaka.
Menurutnya, olahraga menawarkan suasana yang jauh lebih cair untuk memelihara komunikasi tanpa sedikit pun mengorbankan independensi dan profesionalisme pers.
Sinergi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim. Ketua SIWO PWI Kaltim, Didda Satrya, menggarisbawahi pentingnya menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya ritme kerja jurnalistik harian.
Ia menilai biliar sebagai cabang yang unik karena memadukan ketangkasan teknis dengan ketenangan, fokus, dan kalkulasi strategi.
“SIWO tentu mendukung kegiatan olahraga di lingkungan wartawan. Melalui turnamen seperti ini, kami ingin mendorong teman-teman wartawan tetap aktif berolahraga sekaligus memberikan ruang bagi mereka yang memiliki minat dan kemampuan di cabang biliar,” ujarnya.
Mengenai teknis pelaksanaan, Ketua Panitia Turnamen, Ferry Juandi, menerangkan bahwa kejuaraan ini menerapkan format pertandingan 9 Ball. Peserta yang berpartisipasi mencakup para wartawan serta perwakilan mitra PWI yang telah diundang secara khusus.
Konsep ini diharapkan mampu melahirkan persaingan sengit namun tetap dibalut suasana hangat dan kekeluargaan. Panitia telah menyiapkan total hadiah uang tunai sebesar Rp6 juta, Piala Ketua PWI Kaltim, serta berbagai hadiah penunjang seperti jersey eksklusif.
“Panitia berupaya menyiapkan turnamen ini sebaik mungkin. Meski ada hadiah dan piala yang diperebutkan, tujuan utamanya tetap kebersamaan. Kami ingin pertandingan berjalan sportif, tertib dan bisa dinikmati seluruh peserta,” jelas Ferry.
Di sisi lain, Ketua PWI Kaltim Biliar Club, Yudi Adi Prabowo, menaruh harapan besar agar ajang ini menjadi batu pijakan dalam menghidupkan ekosistem olahraga biliar di lingkungan PWI Kaltim.
Ia menginginkan komunitas ini berkembang dari sekadar tempat menyalurkan hobi menjadi wadah pembinaan serta peningkatan kualitas bagi para anggota.
“Biliar memiliki peminat yang cukup banyak di kalangan wartawan. Karena itu, kami ingin PWI Kaltim Biliar Club menjadi wadah berkumpul, berlatih dan mengembangkan kemampuan. Turnamen ini sekaligus menjadi kesempatan agar mempererat silaturahmi dengan mitra PWI melalui olahraga,” ungkap Yudi.
Yudi juga optimistis ajang ini dapat berlanjut secara berkala di masa mendatang dengan jangkauan dan format yang lebih luas.
Melalui piala bergilir ini, perayaan kemerdekaan diharapkan tidak sekadar mencetak juara di atas meja, melainkan juga menanamkan nilai sportivitas, kebugaran, serta memperkokoh kemitraan antarelemen di Kalimantan Timur. (*)





