Bertandang ke Kantor PWI Kaltim, Wagub Seno Aji Tegaskan Pentingnya Peran Wartawan Profesional di Tengah Gempuran Medsos

Suasana tanpa sekat saat menikmati hidangan buka puasa. Foto: Jurnal Borneo.

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyoroti fenomena maraknya penyebaran informasi liar oleh akun anonim dan pendengung atau buzzer di era digital saat ini.

Untuk menangkal hal tersebut, ia menegaskan pentingnya peran dan kehadiran wartawan profesional yang memiliki tanggung jawab moral di tengah gempuran media sosial.

Pernyataan tegas ini disampaikan Seno Aji saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Jalan Biola, Samarinda, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan resmi memiliki landasan hukum yang kuat serta pertanggungjawaban yang jelas kepada publik.

“Wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar dan produk jurnalistiknya memiliki pertanggungjawaban hukum,” tegas Seno melansir Jurnal Borneo.

Ia membandingkan kerja keras para jurnalis dengan fenomena di media sosial, di mana sebuah isu sering kali muncul begitu saja lalu menghilang tanpa kejelasan dari pengunggahnya.

“Itulah mengapa peran wartawan tersertifikasi sangat penting bagi kami,” tambahnya untuk memberikan apresiasi kepada jurnalis yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap profesionalisme pers di Benua Etam, Seno langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Ia meminta agar alokasi anggaran untuk kegiatan PWI Kaltim segera dievaluasi dan diperbaiki pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.

Menanggapi dukungan penuh dari pemerintah provinsi tersebut, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, memastikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Abdurrahman memaparkan, saat ini PWI Kaltim telah menaungi 521 anggota yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota.

Dari jumlah yang cukup besar tersebut, sebanyak 280 orang di antaranya telah menyandang status sebagai anggota biasa atau wartawan yang dinilai berkompeten.

Abdurrahman juga menekankan, PWI Kaltim terus berupaya melakukan peremajaan organisasi dengan prinsip efisiensi agar tidak membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Selain berfokus pada penguatan kompetensi anggota, ia memastikan PWI Kaltim juga tengah mematangkan agenda besar lainnya di bidang olahraga bagi para jurnalis.

“Insyaallah, pada tahun 2026 ini, Kota Balikpapan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada). Ini juga menjadi persiapan menuju Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” jelas Rahman. (*)

Bagikan
Berita terkait

APA YANG ANDA CARI?